Jundullah M Fauzan (30), mantan pecandu yang kini merupakan petinju profesional, melakukan kampanye ‘Anti Penyalahgunaan Narkoba, Stigma, dan Diskriminasi’ dengan cara melakukan aksi gowes Bandung – Bali. Event yang akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini bertujuan mengajak para pemuda, khususnya orang-orang yang saat ini masih terjerat oleh narkoba, untuk bersama-sama berjuang melepaskan diri dari ketergantungannya. Event ini juga bertujuan mengajak orang-orang untuk berhenti melakukan stigma dan diskriminasi terhadap pecandu.
Sejak usia 19 tahun, Fauzan jatuh bangun melawan ketergantungannya pada narkoba selama 10 tahun. Narkoba mungkin memberikan ketenangan sesaat, tapi ia membawa keterpurukan selama-lamanya. Narkoba membuat Fauzan kehilangan kesadaran, berani melakukan hal yang salah, nyaris membuat rumah tangga nya hancur, dan ia membuat keluarganya jadi bahan gunjingan. Ayah dan Ibunya yang guru mengaji sudah terbiasa mendapat hinaan karena dianggap pandai mendidik orang, tapi tak pandai mendidik anak sendiri. Padahal bukan tanpa usaha, sudah beberapa kali orangtuanya memasukkan Fauzan ke dalam panti rehabilitasi, tapi ujungnya selalu kembali lagi.
“Orang bilang, berhenti dari ketergantungan itu mudah. Tapi itu sulit. Sulit sekali. Coba saja kalian punya sesuatu hal atau hobi yang disuka, tapi kalian dipaksa berhenti. Itu susah,” begitu curahan hati Fauzan. ”Tapi pernah suatu hari, dalam kondisi pedau (mabuk parah), saya tiba-tiba ingat Tuhan. Dalam hati saya bilang, ’Allah, Engkau tahu saya tidak mau begini terus. Saya ingin kembali. Saya ingin berhenti dari semua ini,“
Tuhan mendengar keinginan seorang hamba, meskipun keinginan itu hanya diucapkan dalam hati, atau hanya terbersit dalam pikiran. Fauzan kembali direhabilitasi, lalu menggeluti olahraga tinju sebagai usaha pengalihan dari ketergantungannya. Tinju merupakan olahraga yang pernah ia geluti ketika SMP. Dan disinilah Fauzan menemukan passionnya, hingga ia menjadi juara nasional dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh KTPI (Komisi Tinju Profesional Indonesia). Karir tinjunya saat ini sudah sampai hingga ke Jepang dan Timor Leste.
Pengalaman selama 10 tahun berjuang itulah yang membuat Fauzan ingin mengkampanyekan tiga hal dengan gowes Bandung – Bali ini : Pertama, bagi yang belum mengenal narkoba, maka jangan lah sekali-kali mencobanya. Kedua, bagi yang sudah atau sedang terjerat dalam penyalahgunaan narkoba, ia ingin memberi semangat, bahwa meskipun sulit, tapi yakinlah bahwa siapapun bisa lepas dari narkoba dan menjadi manusia yang memberi manfaat bagi yang lainnya. Ketiga, untuk orang yang hidup di sekitar orang yang menggunakan narkoba, berhentilah melakukan stigma dan diskriminasi. Pengguna narkoba mungkin salah, tapi mereka masih bisa berubah. Doronglah pecandu itu untuk mengalihkan kecanduannya pada hal yang lebih positif. Stigma dan diskriminasi membuat pecandu yang ingin berubah, merasa bahwa perubahan itu tidak ada gunanya.
Fauzan yang merupakan Konselor Adiksi sekaligus pendiri Panti Rehabilitasi Saung Kawani ini berharap, semoga usahanya kali ini membawa pengaruh dan semangat positif, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi para pemudi pemudi di seluruh negeri ini.
Link Terkait Artikel Ini :
Media Online Pikiran Rakyat
Media Online JurnalMedia

Content Writter : Zahra Shafiyah