Krisis Pendanaan adalah takdir semua organisasi sosial, khususnya organisasi sosial yang bergerak di isu HIV-AIDS, krisis tidak perlu disesali, apalagi dikutuk. Kita hanya perlu meyakini sebuah kaidah, bahwa masalah kita bukan pada krisis pendanaan itu. Tapi pada kelangkaan Kader Peduli HIV saat krisis itu terjadi.
Kader Peduli HIV bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan HIV-AIDS secepat kilat. Ia adalah manusia biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam waktu yang panjang, sampai waktu mereka habis.
Para Kader Peduli HIV tidak harus diberikan penghargaan atau dicatat dalam buku. Mereka juga melakukan kesalahan. Mereka bukan malaikat. Mereka hanya manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuannya untuk membantu masyarakat agar tidak tertular HIV. Mereka merakit kerja-kerja kecil jadi sebuah gunung.
Para Kader Peduli HIV-lah yang kita butuhkan di saat krisis pendanaan melanda organisasi sosial yang bergerak dalam isu HIV-AIDS. Bukan orang-orang yang tampak besar tapi hanya melakukan kerja-kerja kecil, lalu menulisnya dalam autobiografinya.
Para Kader Peduli HIV bukan untuk dikagumi, tapi untuk diteladani. Siapakah mereka? Mereka adalah Aku, Kau dan Kita Semua. Mereka bukan orang lain.
Contibrutor & Content Writter : Giri Sugara